Apa Itu Arduino? Pengertian, Jenis - Jenis dan Bagian - Bagian Arduino UNO

APA ITU ARDUINO? 

Arduino adalah papan pengendali mikro single-board yang awalnya dibuat oleh perusahaan Smart Projects. Salah satu tokoh penciptanya adalah Massimo Banzi. Papan ini merupakan perangkat keras yang bersifat "open source" sehingga boleh dibuat oleh siapa saja. 

Apa Itu Arduino?

Arduino dibuat dengan tujuan untuk memudahkan eksperimen atau perwujudan berbagai peralatan yang berbasis mikrokontroler, misalnya: 

1. pemantauan ketinggian air di waduk
2. pelacakan lokasi mobil
3. penyiraman tanaman secara otomatis
4. otomatisasi akses pintu ruangan
5. pendeteksi keberadaan orang untuk pengambilan keputusan

Berbagai jenis kartu Arduino tersedia, antara lain adalah:
  • Arduino Uno
  • Arduino Diecimila
  • Arduino Duemilanove
  • Arduino Leonardo
  • Arduino Mega
  • Arduino Nano

Walaupun terdapat berbagai jenis kartu Arduino, secara prinsip pemrograman yang diperlukan menyerupai. Hal yang membedakan antara Arduino satu dengan yang lainnya adalah kelengkapan fasilitas dan pin-pin yang perlu digunakan.


ARDUINO UNO 

Arduino Uno berukuran sebesar kartu kredit. Walaupun berukuran kecil seperti itu, papan tersebut mengandung mikrokontroler dan sejumlah input/output (I/O) yang memudahkan pemakai untuk menciptakan berbagai proyek elektronika yang dikhususkan untuk menangani tujuan tertentu. Bagian-bagian di Arduino Uno yang perlu diketahui terlebih dahulu ditunjukkan pada gambar dibawah.

Gambar penjelasan beberapa bagian di Arduino Uno

Penjelasan bagian masing-masing adalah seperti berikut:

  1. Port USB digunakan untuk menghubungkan antara Arduino Uno dengan PC atau Laptop, melalui sepasang kabel USB.
  2. Colokan catu daya eksternal digunakan untuk memasok sumber daya listrik untuk Arduino Uno ketika tidak dihubungkan ke komputer. Jika Arduino Uno dihubungkan ke komputer melalui kabel USB, pasokan daya listrik diberi oleh komputer.
  3. Pin digital mempunyai label 0 sampai dengan 13. Disebut pin digital karena mempunyai isyarat digital, yakni berupa 0 atau 1. Dalam praktik, nilai 0 dinyatakan dengan tegangan 0 Volt dan nilai 1 dinyatakan dengan tegangan 5 Volt.
  4. Pin analog berarti bahwa pin-pin ini mempunyai nilai yang bersifat analog (nilai yang berkesinambungan). Dalam suatu program, nilai setiap pin analog yang berlaku sebagai masukan (hasil dari sensor) berkisar antara 0 sampai dengan 1023.
  5. Mikrokontroler yang digunakan di Arduino Uno adalah Atmega328.
  6. Ada dua pin yang dapat digunakan untuk memasok catu daya ke komponen elektronis yang digunakan dalam menangani proyek, misalnya sensor gas, sensor jarak, dan relai. Tegangan yang tersedia adalah 3,3V dan 5V. Komponen-komponen elektronis yang diberi tegangan oleh Arduino Uno adalah yang memerlukan arus kecil. Untuk komponen atau sensor yang memerlukan arus lebih dari 500mA harus menggunakan catu daya tersendiri, contohnya motor DC.

Arduino Uno dilengkapi dengan static random-access memory (SRAM) yang berfungsi untuk memegang data dengan ukuran 2 KB, kemudian dilengkapi juga dengan flash memory berukuran 32KB, dan erasable programmable read-only memory (EEPROM). SRAM pada Arduino digunakan untuk menampung data atau hasil pemrosesan data selama Arduino menerima pasokan dari catu daya. Flash memory untuk menaruh program yang sudah dibuat. EEPROM pada Arduino digunakan untuk menyimpan program bawaan dari Arduino Uno dan sebagian lagi dapat digunakan untuk menaruh data milik anda secara permanen.

Contoh Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar sesuai EYD

Contoh Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar sesuai EYD - Huruf kapital (huruf besar) adalah huruf yang memiliki bentuk dan ukuran lebih besar dari huruf pada umumnya. Penggunaan huruf kapital sudah diatur oleh kaidah EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Penggunaan huruf kapital dalam penulisan sering kali diabaikan, akibatnya sering kita temui penggunaan huruf kapital yang salah. Lalu bagaimana cara penulisan huruf kapital yang baik dan benar sesuai EYD? Untuk itu mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Contoh Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar sesuai EYD

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada:

1. Kata pada awal kalimat, contoh: Dia membaca buku.

2. Petikan langsung, contoh: Adik bertanya, “Kapan Ayah pulang?”

3. Nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan, contoh: Allah, Islam.

4. Gelar

➤ Gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang, contoh: Haji Agus Salim, Nabi Ibrahim.
➤ Huruf kapital tidak dipakai untuk nama gelar yang tidak diikuti nama orang, contoh: Tahun ini ia pergi naik haji.

5. Nama jabatan

➤ Unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat, contoh: Gubernur Jawa Tengah
➤ Nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya, contoh: Sidang itu dipimpin Presiden.
➤ Huruf kapital tidak dipakai untuk nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu, Contoh: Ia menjadi bupati di Bantul.

6. Nama orang

➤ Unsur-unsur nama orang, contoh: Wage Rudolf Supratman
➤ Singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran, contoh: J/K atau JK-1 joule per Kelvin
➤ Huruf kapital tidak dipakai untuk nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran, contoh: mesin diesel, 10 volt
➤ Huruf kapital tidak dipakai untuk kata devan, dan der (dalam nama Belanda), von (dalam nama Jerman), atau da (dalam nama Portugal), dan bin atau binti.

7. Nama bangsa, suku, dan bahasa

➤ Digunakan untuk nama bangsa, suku, dan bahasa, contoh: bangsa Eskimo, bahasa Indonesia
➤ Nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah, contoh: tahun Hijriah, bulan Mei, Perang Candu
➤ Huruf kapital tidak dipakai untuk nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan, contoh: kejawa-jawaan

8. Nama gegografi

➤ Unsur-unsur nama diri geografi, contoh: Indonesia
➤ Unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi, contoh : Bukit Barisan , Jalan Diponegoro
➤ Kekhasan daerah, contoh: ketoprak Betawi, soto Makassar, batik Pekalongan
➤ Huruf kapital tidak dipakai untuk istilah geografi yang tidak diikuti nama diri dan yang menunjukkan nama jenis, contoh: mandi di kali, gula jawa

9. Perihal ketatakenegaraan

➤ Unsur nama resmi negara, lembaga ketatanegaraan, lembaga resmi,  instansi, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau, dan untuk, contoh: Republik Indonesia, Departemen
Keuangan
➤ Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, contoh: beberapa badan hukum, kerja sama antara pemerintah dan rakyat

10. Unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan, contoh: Perserikatan Bangsa-Bangsa

11. Penulisan judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal, contoh: buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, surat kabar Kompas

12. Singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan, contoh: Dr., S.Pd.

13. Kata sapaan

➤ Kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai untuk menyapa, contoh: “Kapan Bapak berangkat?” tanyaku.
➤ Huruf kapital tidak dipakai untuk kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau menyapa, contoh: Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

14. Penulisan kata Anda yang digunakan dalam menyapa, contoh: Sudahkah Anda tahu?

Itulah contoh penggunaan huruf kapital yang baik dan benar sesuai EYD, semoga dapat bermanfaat dan jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar dibawah. Terima Kasih...

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) : Pengertian, Tujuan, Tugas dan Wewenang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah sebuah komisi yang dibentuk pada tahun 2003 berdasarkan ketetapan Undang-Undang Republik Indonesia No.30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tujuan dibentuknya Komisi pemberantasan korupsi (KPK) adalah untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas tindak pidana korupsi. Untuk mencapai tujuan tersebut, KPK mempunyai tugas dan wewenang tertentu, lalu apa saja tugas dan wewenang KPK dalam menjalankan tugasnya? simak penjelasannya berikut ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) : Pengertian, Tujuan, Tugas dan Wewenang

Tugas dan Wewenang KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki tugas antara lain yaitu:
  1. Melakukan Koordinasi dengan instansi yang berwenang untuk melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  2. Melakukan Supervisi terhadap instansi yang berwenang untuk melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  3. Melakukan penyidikan, penyelidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.
  4. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi. 


Selain tugas tersebut, komisi pemberantasan korupsi memiliki beberapa wewenang sebagai berikut.
  1. Mengoordinasi penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi.
  2. Melakukan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi.
  3. Meminta suatu informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi terkait.
  4. Melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindakan korupsi.
  5. Meminta laporan instansi terkait pencegahan tindak pidana korupsi.


Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya itu, KPK berpedoman pada asas sebagai berikut.
  1. Kepastian hukum, yakni asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan menjalankan tugas dan wewenang KPK.
  2. Keterbukaan, yakni asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang kinerja KPK dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
  3. Akuntabilitas, yakni asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan KPK harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Kepentingan umum, yakni asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif.
  5. Proporsionalitas, yakni asas yang mengutamakan keseimbangan antara tugas, wewenang, tanggung jawab, dan kewajiban KPK.

Sekian artikel kali ini tentang Pengertian, Tujuan, Tugas, dan Wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Semoga bermanfaat dan jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar di bawah. Terima Kasih...

Konjungsi (kata penghubung) : Pengertian, Jenis - Jenis, dan Contoh

Konjungsi atau kata penghubung ialah kata yang menghubungkan kata, frasa, atau kalimat. Konjungsi terbagi menjadi beberapa jenis yaitu; konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi antar kalimat. Lalu apa saja pengertian dari jenis-jenis konjungsi tersebut? berikut contoh dan penjelasannya.

Konjungsi (kata penghubung) : Pengertian, Jenis - Jenis, dan Contoh

1. Konjungsi Koordinatif


Konjungsi koordinatif adalah adalah kata sambung yang menghubungkan dua atau lebih unsur (termasuk kalimat) yang setara. Kalimat yang dibentuk disebut kalimat majemuk setara.

Contoh konjungsi koordinatif:
  • dan
  • serta
  • atau
  • tetapi
  • melainkan
  • padahal
  • sedangkan


2. Konjungsi Korelatif


Konjungsi korelatif adalah kata sambung yang menghubungkan dua atau lebih unsur (tidak termasuk kalimat) yang memiliki hubungan antar kalimat yang sama dan membentuk frasa atau kalimat. Kalimat yang dibentuk cukup rumit dan bervariasi, kadang setara, bertingkat, dan bisa juga kalimat dengan dua subjek dan satu predikat.

Contoh konjungsi korelatif: 
  • baik ... maupun
  • tidak hanya ...
  • tetapi juga
  • bukan hanya ...
  • melainkan juga
  • demikian ... sehingga
  • sedemikian rupa ... sehingga
  • apa(kah) ... atau
  • entah ... entah
  • jangankan ...
  • ... pun.


3. Konjungsi Subordinatif


Konjungsi subordinatif adalah kata sambung yang menghubungkan dua atau lebih klausa yang tidak memiliki hubungan antar kata yang sama. Konjungsi subordinatif membentuk anak kalimat yang jika digabungkan dengan induk kalimat akan membentuk kalimat majemuk bertingkat.

Contoh konjugnsi subordinatif: 
  • Konjungsi subordinatif waktu; sejak, ketika, sambil, selagi, sesudah, sebelum
  • Konjungsi subordinatif syarat; jika, kalau, apabila, jikalau, manakala
  • Konjungsi subordinatif pengandaian; andaikan, seandainya, seumpamanya
  • Konjungsi subordinatif tujuan; agar, supaya, biar
  • Konjungsi subordinatif konsesif; biarpun, meskipun, walaupun
  • Konjungsi subordinatif pembandingan; ibarat, seperti, bagai, bagaikan, seolah-olah
  • Konjungsi subordinatif sebab; karena, sebab
  • Konjungsi subordinatif hasil; sehingga, maka
  • Konjungsi subordinatif alat; dengan
  • Konjungsi subordinatif cara; tanpa
  • Konjungsi subordinatif komplementasi; bahwa
  • Konjungsi subordinatif atributif; yang
  • Konjungsi subordinatif perbandingan; sama ... dengan


4. Konjungsi Antar Kalimat


Konjungsi antar kalimat adalah kata sambung yang merangkaikan dua kalimat, tetapi masing-masing merupakan kalimat sendiri.

Contoh konjungsi antar kalimat:
  • oleh karena itu
  • walaupun
  • demikian
  • akan tetapi
  • selain itu

Pengertian Ikatan Kimia, Ikatan Ion, Ikatan Kovalen, dan Ikatan Logam

Halo sobat referensi belajar, pada artikel ini admin akan membahas materi ikatan kimia. Mulai dari pengertian ikatan kimia, ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam, serta sifat-sifat dari ikatan kimia tersebut. Tanpa berlama-lama lagi ayo kita simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Ikatan Kimia


Ikatan kimia adalah gaya tarik-menarik antara atom-atom sehingga atom-atom tersebut tetap berada dalam keadaan bersama-sama dan terkombinasi. Ikatan kimia terbentuk dari gabungan dua atau lebih senyawa kimia. Ikatan kimia terbagi menjadi beberapa jenis yaitu; ikatan ion, ikatan, kovalen, dan ikatan logam. 

A. Ikatan Ion


Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menerima elektron (nonlogam). Atom yang melepas elektron terbentuk menjadi ion positif, sedangkan atom yang menerima elektron terbentuk menjadi ion negatif. Ikatan ion terjadi antara atom golongan IA (kecuali H) dan IIA dengan golongan IVA atau VIIA.

Contoh pembentukan molekul ionik MgCl₂:

Ikatan Ion

Sifat-sifat ikatan ion:
  1. Mudah larut dalam pelarut polar.
  2. Titik didih dan titik lelehnya tinggi.
  3. Leburannya dapat menghantarkan listrik.
  4. Dalam suhu kamar berwujud padat.


B. Ikatan Kovalen


Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk antar atom unsur nonlogam. Ikatan kovalen terjadi akibat dari pemakaian bersama kedua elektron dari dua unsur. Ikatan kovalen terjadi antar atom golongan:
  1. Atom H dengan unsur golongan IVA, VA, VIA, dan VIIA.
  2. Unsur-unsur golongan VA atau VIA dengan VIIA.
  3. Unsur-unsur golongan VIA dan VIIA dengan dirinya sendiri (diatomik).


Contoh pembentukan molekul kovalen Br₂:

Ikatan Kovalen

Sifat-sifat ikatan kovalen:
  1. Titik didih dan titik lelehnya rendah.
  2. Kovalen polar bersifat elektrolit (terjadi perbedaan sifat keelektronegatifan yang tinggi).
  3. Kovalen nonpolar bersifat nonelektrolit.
  4. Kelarutan tergantung dengan jenis larutannya, polar atau nonpolar.


Menurut kepolarannya ikatan kovalen dibagi dua yaitu:

1. Kovalen Polar

Pada molekul polar elektron-elektron tertarik kuat di salah satu unsur pembentuknya. Sehingga bentuk geometri dari senyawa kovalen polar tidaklah simetris, dan biasanya senyawa kovalen polar mempunyai Pasangan Elektron Bebas (PEB).

Kepolaran suatu molekul atom dapat diketahui dari harga momen dipolnya. Momen dipol adalah hasil kali muatan dan jarak antara kedua muatan tersebut yang dirumuskan sebagai berikut:

μ = q . d
μ = momen dipol (debye)
q = muatan
d = jarak

Makin besar harga momen dipol, makin polar senyawa yang bersangkutan. Senyawa nonpolar mempunyai momen dipol nol. Momen dipol beberapa senyawa dapat dilihat di bawah ini:

Kovalen Polar


2. Kovalen Nonpolar

Pada molekul nonpolar elektron-elektron tertarik sama kuat di salah satu unsur pembentuknya. Maka, bentuk geometri dari senyawa kovalen nonpolar adalah simetris, dan biasanya senyawa kovalen nonpolar tidak mempunyai Pasangan Elektron Bebas (PEB).

Dapat dikatakan bahwa molekul diatomik (molekul yang terdiri dari dua atom) yang unsurnya sama bersifat nonpolar. Contoh lainnya adalah molekul C₁₂, N₂, dan O₂.

Pengaruh Jenis Ikatan Pada Daya Hantar Listrik

Pengaruh Jenis Ikatan Pada Daya Hantar Listrik

Keterangan:
(+) → Menghantarkan listrik
(-) → Tidak Menghantarkan listrik

C. Ikatan Logam


Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan elektron valensi bersamaan antar atom-atom logam. Ikatan logam terdiri dari ion logam yang positif di lautan elektron yang merupakan valensi elektron dari setiap atom dan saling tumpang-tindih. Elektron tersebut bergerak bebas dan mengelilingi inti di dalam kristal. Elektron yang bisa bergerak bebas ini dikenal dengan sebutan elektron dislokasi. Sedangkan gaya tarik antar atom-atom menyebabkan terjadinya ikatan logam.

Ikatan logam memiliki ciri-ciri yaitu: 
  • Penghantar panas maupun arus listrik yang baik.
  • Dapat ditempa atau dibentuk.
  • Pada suhu kamar berwujud padat, kecuali Hg.
  • Mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.

Karena elektron-elektron di dalam logam dapat bergerak bebas maka logam dapat menghantarkan panas atau kalor dan arus listrik. Sehingga ikatan logam banyak dimanfaatkan dalam alat-alat rumah tangga dan alat-alat listrik  . Contoh Ikatan Logam :
  • logam besi
  • seng
  • perak

Contoh terjadinya ikatan logam. Tempat kedudukan elektron valensi dari suatu atom Fe (besi)  dapat saling bertumpuk dengan tempat kedudukan elektron valensi dari atom-atom Fe yang lain. Bertumpuknya antar elektron valensi memungkinkan elektron valensi dari setiap atom Fe bebas bergerak dalam ruang di antara ion-ion Fe+ membentuk lautan elektron. Karena muatannya berlawanan (Fe²+ dan 2 e–), maka terjadi gaya tarik-menarik antara ion-ion Fe+ dan elektron-elektron bebas ini. Akibatnya terbentuk ikatan yang disebut ikatan logam.

6 Jenis Jaringan Pada Tumbuhan Beserta Fungsi, Ciri - Ciri, dan Letaknya

Jaringan Tumbuhan adalah kumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama dan membentuk satu kesatuan. Jaringan tumbuhan terbagi menjadi beberapa macam seperti jaringan epidermis, jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan pengangkut, jaringan penguat (penyokong), dan jaringan gabus (felogen). Lalu apa saja fungsi dari jaringan tersebut? dan apa saja ciri - cirinya, ayo kita simak penjelasannya berikut ini. 

1. Jaringan Epidermis

Jaringan Epidermis

  • Jaringan epidermis adalah jaringan yang letaknya paling luar dari tumbuhan berfungsi sebagai pelindung pada tumbuhan bagian luar.
  • Ciri-ciri jaringan epidermis yaitu : Sel tersusun rapat, tidak terdapat ruang antara sel, sulit ditembus udara.


2. Jaringan Meristem

Jaringan Meristem

  • Jaringan meristem adalah jaringan tumbuhan yang sel-selnya masih aktif membelah diri. Jaringan meristem terletak di ujung batang dan ujung akar.
  • Ciri-ciri jaringan meristem adalah : Dinding sel tipis, nukleus besar, dan vakuola kecil.

Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi 3 yaitu:
  • Meristem apikal terletak pada ujung batang dan ujung akar.
  • Meristem interkalar terletak di antara jaringan dewasa.
  • Meristem lateral terletak sejajar dengan permukaan organ. Misalnya kambium dan kambium gabus.


3. Jaringan Parenkim
Jaringan Parenkim

  • Jaringan parenkim adalah jaringan dasar yang terdapat di antara jaringan-jaringan lain.
  • Jaringan parenkim terletak pada kulit batang, kulit akar, daun, daging buah, dan endosperm.
  • Jaringan parenkim berfungsi sebagai cadangan makanan, proses fotosintesis, dan mengisi di antara jaringan-jaringan lain.
  • Ciri-ciri jaringan parenkim adalah : terdapat ruang antarsel dan vakuola besar. 
  • Jaringan parenkim dibedakan menjadi dua macam, yaitu: Jaringan pagar/tiang dan jaringan spons (bunga karang).


4. Jaringan Pengangkut

Jaringan Pengangkut

Jaringan penguat adalah jaringan yang berfungsi mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Jaringan pengangkut dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
  • Xilem (pembuluh kayu) berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Ciri-ciri xilem adalah : terdiri dari sel mati dan dinding sel tersusun dari lignin.
  • Floem (pembuluh tapis) berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Ciri-ciri floem adalah : terdiri dari sel hidup dan dinding sel tersusun dari selulosa.


5. Jaringan Penguat (Penyokong)

Jaringan Penguat (Penyokong)

Jaringan penyokong adalah jaringan yang berfungsi untuk menguatkan bagian dari tumbuhan. Jaringan penyokong dibedakan menjadi dua macam yaitu :
  • Jaringan kolenkim adalah jaringan tumbuhan yang tersusun dari sel hidup, dinding sel dari selulosa, dan terdapat di organ muda.
  • Jaringan sklerenkim adalah jaringan tumbuhan yang tersusun dari sel mati, dinding sel dari lignin, dan terdapat di organ dewasa.


6. Jaringan Gabus (Felogen)

Jaringan Gabus (Felogen)

  • Jaringan gabus (flogen) adalah jaringan tumbuhan yang berfungsi melindungi tumbuhan agar tidak terlalu banyak kehilangan air.
  • Jaringan gabus terbentuk dari kambium gabus atau felogen. Jaringan gabus yang membentuk ke arah luar disebut feloderm, sedangkan ke arah dalam membentuk felem.

Baca JugaStruktur dan Fungsi Tumbuhan (Akar, Batang, Daun, Bunga, dan Biji)