RESISTOR : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kode Warna

Resistor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian elektronika. Resistor memiliki sifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari sebuah resistor yaitu Ohm dan dilambangkan dengan simbol Ω (Omega). Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan huruf "R".

Hukum Ohms menerangkan bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir. Dilihat dari ukuran fisik sebuah resistor yang satu dengan yang lainnya tidak berarti sama besar nilai hambatannya. Nilai hambatan resistor di sebut resistansi.

Fungsi Resistor

Fungsi resistor adalah untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan menggunakan resistor arus listrik dapat dialirkan sesuai dengan yang di inginkan. Adapun fungsi lain dari resistor yaitu :
  • Untuk menahan sebagian arus listrik pada suatu rangkaian.
  • Untuk menurunkan tegangan pada rangkaian elektronika.
  • Untuk mengatur arus listrik.
  • Untuk membagi tegangan listrik.
  • Untuk membangkitkan frekuensi dengan bantuan transistor dan kapasitor.

Jenis-Jenis Resistor Beserta Gambar

jenis jenis resistor berdasarkan bahannya
jenis jenis resistor berdasarkan bahannya

Jenis resistor berdasarkan bahannya dibedakan menjadi 3 yaitu:
  • Resistor kawat atau disebut juga wirewound resistor adalah resistor yang dibuat dengan bahan kawat yang dililitkan. Sehingga nilai resistansi resistornya ditentukan dari panjangnya kawat yang dililitkan. Resistor jenis ini biasanya dibuat dengan nilai kapasitas daya yang cukup besar.
  • Resistor arang atau disebut resistor karbon adalah resistor yang dibuat dengan bahan utama yaitu batang arang atau karbon. Resistor karbon merupakan resistor yang banyak digunakan dan banyak dijual dipasaran. 
  • Resistor oksida logam atau resistor metal film adalah resistor yang terbuat dari bahan oksida logam yang memiliki karakteristik lebih baik. Bentuk fisik resistor metal film hampir sama dengan resistor kabon hanya berbeda pada warna dan jumlah cicin warna yang digunakan.

Namun dalam menentukan nilai resistansi, resistor dibedakan menjadi dua yaitu resistor tetap (fixed resistor) dan resistor tidak tetap (variable resistor). Pengunaan untuk daya rendah yang paling banyak adalah jenis resistor tetap yaitu resistor campuran karbon yang dicetak, berikut penjelasannya.

Resistor Tetap (fixed resistor)
simbol resistor tetap (fixed resistor)
simbol resistor tetap (fixed resistor)

Resistor tetap adalah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap atau tidak berubah. Resistor  ini memiliki batas kemampuan daya misalnya : 1/6 w. 1/8 w. ¼ w, 1 w, 5 w, berarti resistor tersebut hanya dapat digunakan untuk daya maksimal sesuai dengan kemampuan dayanya. Resistor jenis ini biasanya digunakan sebagai pembatas arus dalam rangkaian elektronika.

gambar resistor tetap (fixed resistor)
gambar resistor tetap (fixed resistor)

Macam-macam resistor tetap :
  • Metal Film Resistor
  • Metal Oxide Resistor
  • Carbon Film Resistor
  • Ceramic Encased Wirewound
  • Economy Wirewound
  • Zero Ohm Jumper Wire
  • S I P Resistor Network


Resistor Tidak Tetap (variabel resistor)
simbol resistor tidak tetap (variable resistor)
simbol resistor tidak tetap (variable resistor)

Resistor tidak tetap adalah resistor yang nilai hambatan yang dapat diubah-ubah atau tidak tetap. Jenisnya yaitu Rheostat, Trimpot dan Potensiometer.

gambar resistor tidak tetap (variable resistor)
gambar resistor tidak tetap (variable resistor)


1. Rheostat
Rheostat adalah jenis variable resistor yang dapat beroperasi pada Tegangan dan Arus yang tinggi. Rheostat terbuat dari lilitan kawat resistif dan pengaturan nilai hambatan dilakukan dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas Toroid.

2. Trimpot
Trimpot adalah jenis variable resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah dengan cara memutar porosnya dengan menggunakan obeng. Untuk mengetahui nilai hambatan dari sebuah trimpot dapat dilihat nilai angka yang tercantum pada badan trimpot tersebut.

3. Potensiometer
Potensiometer adalah jenis variable resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang telah tersedia. Potensiometer pada dasarnya sama dengan trimpot secara fungsional.


Kode Warna Pada Resistor


kode warna resistor

Tidak semua nilai resistansi pada sebuah resistor dicantumkan dengan lambang bilangan tetapi dengan cincin kode warna. Banyaknya bagian cincin kode warna pada sebuah resistor berjumlah 4 dan ada juga yang berjumlah 5.

kode warna resistor

Resistor yang mempunyai 5 bagian cincin terdiri dari bagian 1, 2, dan 3 adalah cincin digit, bagian 4 sebagai pengali serta cincin 5 adalah toleransi. Resistansi yang mempunyai 4 cincin terdiri dari cincin 1 dan 2 adalah sebagai digit, cincin 3 adalah cincin pengali dan cincin 4 sebagai toleransi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »