Pengertian Ikatan Kimia, Ikatan Ion, Ikatan Kovalen, dan Ikatan Logam

Halo sobat referensi belajar, pada artikel ini admin akan membahas materi ikatan kimia. Mulai dari pengertian ikatan kimia, ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam, serta sifat-sifat dari ikatan kimia tersebut. Tanpa berlama-lama lagi ayo kita simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Ikatan Kimia


Ikatan kimia adalah gaya tarik-menarik antara atom-atom sehingga atom-atom tersebut tetap berada dalam keadaan bersama-sama dan terkombinasi. Ikatan kimia terbentuk dari gabungan dua atau lebih senyawa kimia. Ikatan kimia terbagi menjadi beberapa jenis yaitu; ikatan ion, ikatan, kovalen, dan ikatan logam. 

A. Ikatan Ion


Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk antara atom yang melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menerima elektron (nonlogam). Atom yang melepas elektron terbentuk menjadi ion positif, sedangkan atom yang menerima elektron terbentuk menjadi ion negatif. Ikatan ion terjadi antara atom golongan IA (kecuali H) dan IIA dengan golongan IVA atau VIIA.

Contoh pembentukan molekul ionik MgCl₂:

Ikatan Ion

Sifat-sifat ikatan ion:
  1. Mudah larut dalam pelarut polar.
  2. Titik didih dan titik lelehnya tinggi.
  3. Leburannya dapat menghantarkan listrik.
  4. Dalam suhu kamar berwujud padat.


B. Ikatan Kovalen


Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk antar atom unsur nonlogam. Ikatan kovalen terjadi akibat dari pemakaian bersama kedua elektron dari dua unsur. Ikatan kovalen terjadi antar atom golongan:
  1. Atom H dengan unsur golongan IVA, VA, VIA, dan VIIA.
  2. Unsur-unsur golongan VA atau VIA dengan VIIA.
  3. Unsur-unsur golongan VIA dan VIIA dengan dirinya sendiri (diatomik).


Contoh pembentukan molekul kovalen Br₂:

Ikatan Kovalen

Sifat-sifat ikatan kovalen:
  1. Titik didih dan titik lelehnya rendah.
  2. Kovalen polar bersifat elektrolit (terjadi perbedaan sifat keelektronegatifan yang tinggi).
  3. Kovalen nonpolar bersifat nonelektrolit.
  4. Kelarutan tergantung dengan jenis larutannya, polar atau nonpolar.


Menurut kepolarannya ikatan kovalen dibagi dua yaitu:

1. Kovalen Polar

Pada molekul polar elektron-elektron tertarik kuat di salah satu unsur pembentuknya. Sehingga bentuk geometri dari senyawa kovalen polar tidaklah simetris, dan biasanya senyawa kovalen polar mempunyai Pasangan Elektron Bebas (PEB).

Kepolaran suatu molekul atom dapat diketahui dari harga momen dipolnya. Momen dipol adalah hasil kali muatan dan jarak antara kedua muatan tersebut yang dirumuskan sebagai berikut:

μ = q . d
μ = momen dipol (debye)
q = muatan
d = jarak

Makin besar harga momen dipol, makin polar senyawa yang bersangkutan. Senyawa nonpolar mempunyai momen dipol nol. Momen dipol beberapa senyawa dapat dilihat di bawah ini:

Kovalen Polar


2. Kovalen Nonpolar

Pada molekul nonpolar elektron-elektron tertarik sama kuat di salah satu unsur pembentuknya. Maka, bentuk geometri dari senyawa kovalen nonpolar adalah simetris, dan biasanya senyawa kovalen nonpolar tidak mempunyai Pasangan Elektron Bebas (PEB).

Dapat dikatakan bahwa molekul diatomik (molekul yang terdiri dari dua atom) yang unsurnya sama bersifat nonpolar. Contoh lainnya adalah molekul C₁₂, N₂, dan O₂.

Pengaruh Jenis Ikatan Pada Daya Hantar Listrik

Pengaruh Jenis Ikatan Pada Daya Hantar Listrik

Keterangan:
(+) → Menghantarkan listrik
(-) → Tidak Menghantarkan listrik

C. Ikatan Logam


Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan elektron valensi bersamaan antar atom-atom logam. Ikatan logam terdiri dari ion logam yang positif di lautan elektron yang merupakan valensi elektron dari setiap atom dan saling tumpang-tindih. Elektron tersebut bergerak bebas dan mengelilingi inti di dalam kristal. Elektron yang bisa bergerak bebas ini dikenal dengan sebutan elektron dislokasi. Sedangkan gaya tarik antar atom-atom menyebabkan terjadinya ikatan logam.

Ikatan logam memiliki ciri-ciri yaitu: 
  • Penghantar panas maupun arus listrik yang baik.
  • Dapat ditempa atau dibentuk.
  • Pada suhu kamar berwujud padat, kecuali Hg.
  • Mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.

Karena elektron-elektron di dalam logam dapat bergerak bebas maka logam dapat menghantarkan panas atau kalor dan arus listrik. Sehingga ikatan logam banyak dimanfaatkan dalam alat-alat rumah tangga dan alat-alat listrik  . Contoh Ikatan Logam :
  • logam besi
  • seng
  • perak

Contoh terjadinya ikatan logam. Tempat kedudukan elektron valensi dari suatu atom Fe (besi)  dapat saling bertumpuk dengan tempat kedudukan elektron valensi dari atom-atom Fe yang lain. Bertumpuknya antar elektron valensi memungkinkan elektron valensi dari setiap atom Fe bebas bergerak dalam ruang di antara ion-ion Fe+ membentuk lautan elektron. Karena muatannya berlawanan (Fe²+ dan 2 e–), maka terjadi gaya tarik-menarik antara ion-ion Fe+ dan elektron-elektron bebas ini. Akibatnya terbentuk ikatan yang disebut ikatan logam.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »